Just another WordPress.com site

tutorial rekapitulasi nilai

Cara Merekap Nilai….

Rekapitulasi nilai adalah rekapan data penilaian..

Bagi Anda yang sebagai seorang Guru, Pastinya Anda sangat membutuhkan sekali Cara Mudah Merekap Nilai…Di Bawah ini akan dijelaskan cara merekap nilai yang mudah dan sangat praktis..

CARA MEREKAP NILAI

  1. Jika anda ingin merekap nilai, gunakan microsoft office excel
  2. Tentukan terlebih dahulu apa saja yang akan direkap, seperti contohnya membuat rekapitulasi kehadiran, tugas , TS dan analisis
  3. Kemudian, Tulis apa saja yang akan direkap dengan memberi nama pada masing-masing sheet.

Caranya: Contoh pada kolom sheet 1 klik kanan dan klik pada rename, setelah itu anda tinggal mengetik kehadiran, begitu juga dengan sheet 2 klik kanan-rename-kemudian ketik tugas, dan pada sheet 3, klik kanan-rename-ketik UAS, yang terakhir pada sheet 4 klik kanan-rename-ketik analisis. Agar lebih menarik pada masing-masing sheet berikan warna yang berbeda dengan cara klik kanan-tab colour-pilih warna yang anda suka

 

 

 

 

 

 

  1. Pada sheet kehadiran, buat tabel yang terdiri dari No-Nama-Pertemuan ke-…-Jumlah pertemuan-Nilai.

Contoh:

KEHADIRAN
No Nama Pertemuan ke- jumlah nilai
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16    
1 A 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 81.25
2 B 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 68.75
3 C 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 68.75
4 D 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 100
5 E 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 100
6 F 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 81.25
7 G 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 100
8 H 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 81.25
9 I 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 81.25
10 J 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 100
11 K 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 100
12 L 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 100
13 M 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 100
14 N 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 100
15 O 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 100

 

  • Pada kolom jumlah diperoleh dari penjumlahan pertemuan dari pertemuan pertama-terakhir
  • Pada kolom nilai diperoleh dari hasil pada kolom jumlah dibagi 16 kemudian dikali 100

 

 

 

 

 

  1. Pada sheet tugas, buat tabel No-Nama-Jenis Tugas-Jumlah-Nilai

Contoh:

TUGAS
No Nama Tugas Jumlah nilai
Buku PPKI Excell Blog    
1 A 0 0 0 0 0 0
2 B 1 1 1 1 4 100
3 C 1 1 1 1 4 100
4 D 1 1 1 1 4 100
5 E 1 1 1 1 4 100
6 F 1 1 1 1 4 100
7 G 1 1 1 1 4 100
8 H 1 1 1 1 4 100
9 I 1 1 1 1 4 100
10 J 1 1 1 1 4 100
11 K 1 1 1 1 4 100
12 L 1 1 1 1 4 100
13 M 1 1 1 1 4 100
14 N 1 1 1 1 4 100
15 O 1 1 1 1 4 100

 

  • Pada kolom jumlah diperoleh dari penjumlahan dari tugas pertama sampai tugas yang terakhir
  • Pada kolom nilai diperoleh dari hasil pada kolom jumlah dibagi 4 kemudian dikali 100

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pada sheet UTS, buat tabel No-Nama-Soal-Jumlah-Nilai

Contoh:

UTS
                           
No Nama SOAL JUMLAH NILAI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10    
1 A 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 7 70
2 B 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 7 70
3 C 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 7 70
4 D 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 7 70
5 E 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 7 70
6 F 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 7 70
7 G 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 7 70
8 H 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 7 70
9 I 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 7 70
10 J 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 7 70
11 K 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 7 70
12 L 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 7 70
13 M 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 7 70
14 N 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 7 70
15 O 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 7 70

 

  • Pada kolom jumlah diperoleh dari penjumlahan dari soal pertama sampai soal yang terakhir
  • Pada kolom nilai diperoleh dari hasil pada kolom jumlah dibagi 10 kemudian dikali 100

 

 

 

 

 

 

  1. Pada sheet Analisis, buat tabel No-Nama-Nilai(kehadiran,tugas,UTS)-Skor(kehadiran,tugas,UTS)-Jumlah-Kriteria-Lulus.Contoh:
        ANALISIS          
             
No Nama Nilai Skor jumlah kriteria LULUS
kehadiran tugas UTS kehadiran Tugas UTS      
1 A 81.25 0 70 24 0 25 49 C TDK LULUS
2 B 68.75 100 70 21 35 25 80 B LULUS
3 C 68.75 100 70 21 35 25 80 B LULUS
4 D 100 100 70 30 35 25 90 A LULUS
5 E 100 100 70 30 35 25 90 A LULUS
6 F 81.25 100 70 24 35 25 84 A LULUS
7 G 100 100 70 30 35 25 90 A LULUS
8 H 81.25 100 70 24 35 25 84 A LULUS
9 I 81.25 100 70 24 35 25 84 A LULUS
10 J 100 100 70 30 35 25 90 A LULUS
11 K 100 100 70 30 35 25 90 A LULUS
12 L 100 100 70 30 35 25 90 A LULUS
13 M 100 100 70 30 35 25 90 A LULUS
14 N 100 100 70 30 35 25 90 A LULUS
15 O 100 100 70 30 35 25 90 A LULUS

 

  • Pada kolom Nilai diperoleh dari Nilai dari masing-masing sheet tadi yang sudah anda peroleh
  • Pada kolom Skor diperoleh dari:

Kehadiran= nilai kehadiran x 30%

Tugas = nilai tugas x 35%

UTS = nilai UTS x 35%

  • Pada kolom jumlah diperoleh dari penjumlahan skor kehadiran, tugas dan UTS
  • Pada kolom kriteria diperoleh dengan menggunakan rumus “IF”

=If(J6<=20,”E”,IF(J6<=40,”D”,IF(<=60,”C”,IF(J6<=80,”B”,IF(J6<=100,”A”)))))

  • Pada kolom LULUS diperoleh dengan menggunakan rumus “IF”

=IF(H6<=60,”TDK LULUS”,IF(H6<=100,”LULUS”))

 

Itulah tadi cara merekapitulasi nilai….

Semoga anda lebih mudah dan lebih praktis dalam merekap sbuah nilai…

SEMOGA BERHASIL…..THANK’S…

(ju2n..KKRQ..)

Kunjungan Ke Blitar



Berikut adalah foto saya saat melakukan kunjungan di Kota Blitar sekaligus melakukan Observasi

bola basket

Peraturan Permainan Bola Basket

Peraturan Permainan Bola Basket
Aturan dasar pada permainan Bola Basket adalah sebagai berikut.
Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang

SEPAK BOLA

Peraturan
Peraturan Resmi (Laws of the Game)
1863 – Formation of the Football Association
This, then was the sequence of events that led to the forming of the Football Association, a turning point in the history of soccer. The following clubs sent representatives to the meeting at the Freemason’s Tavern on October 26: Forest (later to become the Wanderers, first winners of the FA Cup); NN Kilburn (NN stands for No Names but the club was always known by its initials – like WBA); Barnes; War Office; Crusaders; Perceval House, Blackheath; Crystal Palace; Blackheath; Kensington School; Surbiton; Blackheath School. In addition Charterhouse School sent an observer and some unattached footballers were present.

It was agreed that “the clubs represented at this meeting now form themselves into an association to be called The Football Association.”
The ordeal of adopting a common set of rules however could not be carried out immediately because a minority of clubs led by Blackheath favoured the inclusion of the Rugby School game – the ancestor of today’s Rugby Union game. At a further meeting on December 1st the Rugby advocates were defeated by 13 votes to 4 and withdrew from the Association. On December 8th the proposed rules were formally accepted. For the record these first F.A. Laws were:
The Football Association Laws of 1863
1. The maximum length of the ground shall be 200 yards, the maximum breadth shall be 100 yards, the length and breadth shall be marked off with flags; and the goal shall be defined by two upright posts, eight yards apart, without any tape or bar across them.
2. A toss for goals shall take place, and the game shall be commenced by a place kick from the centre of the ground by the side losing the toss for goals; the other side shall not approach within 10 yards of the ball until it is kicked off.
3. After a goal is won, the losing side shall be entitled to kick off, and the two sides shall change goals after each goal is won.
4. A goal shall be won when the ball passes between the goal-posts or over the space between the goal-posts (at whatever height), not being thrown, knocked on, or carried.
5. When the ball is in touch, the first player who touches it shall throw it from the point on the boundary line where it left the ground in a direction at right angles with the boundary line, and the ball shall not be in play until it has touched the ground.
6. When a player has kicked the ball, any one of the same side who is nearer to the opponent’s goal line is out of play and may not touch the ball himself, nor in any way whatever prevent any other player from doing so, until he is in play; but no player is out of play when the ball is kicked off from behind the goal line.
7. In case the ball goes behind the goal line, if a player on the side to whom the goal belongs first touches the ball, one of his side shall he entitled to a free kick from the goal line at the point opposite the place where the ball shall be touched. If a player of the opposite side first touches the ball, one of his side shall be entitled to a free kick at the goal only from a point 15 yards outside the goal line, opposite the place where the ball is touched, the opposing side standing within their goal line until he has had his kick.
8. If a player makes a fair catch, he shall be entitled to a free kick, providing he claims it by making a mark with his heel at once; and in order to take such a kick he may go back as far as he pleases, and no player on the opposite side shall advance beyond his mark until he has kicked.
9. No player shall run with the ball.
10. Neither tripping nor hacking shall be allowed, and no player shall use his hands to hold or push his adversary.
11. A player shall not be allowed to throw the ball or pass it to another with his hands.
12. No player shall be allowed to take the ball from the ground with his hands under any pretext whatever while it is in play.
13. No player shall be allowed to wear projecting nails, iron plates, or gutta percha on the soles or heels of his boots.

TAE KWON DO

Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do, Taekwon-Do) adalah olahraga bela diri asal Korea yang juga populer di Indonesia, olah raga ini juga merupakan olahraga nasional Korea. Ini adalah seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia[rujukan?] dan juga dipertandingkan di Olimpiade.
Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti “menendang atau menghancurkan dengan kaki”; Kwon berarti “tinju”; dan Do berarti “jalan” atau “seni”. Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai “seni tangan dan kaki” atau “jalan” atau “cara kaki dan kepalan”. Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.
Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan).
Tiga materi dalam latihan
Poomsae atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/obyek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.
Kyoruki atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan diri.
Filosofi sabuk pada Tae Kwon Do
Putih melambangkan kesucian, awal/dasar dari semua warna,permulaan.Di sini para taekwondoin mempelajari jurus dasar(gibon)1
Kuning melambangkan bumi,disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar TKD dengan kuat.Mempelajari gibon 2 dan 3.Sebelum naik sabuk hijau biasanya naik ke sabuk kuning strip hijau terlebih dahulu.
Hijau melambangkan hijaunya pepohonan,pada saat inilah dasar TKD mulai ditumbuhkembangkan.(mempelajari taeguk 2).Sebelum naik ke sabuk biru biasanya naik ke sabuk hijau strip biru terlebih dahulu.
Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan seisinya,memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari.(mempelajari taeguk 4).Sebelum naik sabuk merah biasanya naik ke sabuk biru strip merah terlebih dahulu.
Merah melambangkan matahari artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita.(mempelajari taeguk 6). Sebelum naik sabuk hitam, biasanya naik ke sabuk merah strip dua dan merah strip satu dahulu. Maksud dari matahari adalah tingkaran di mana seorang sabuk merah memberi kehangatan atau dalam arti denotasi mulai memberi ilmu atau bimbingan.
Hitam melambangkan akhir,kedalaman,kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan.Hitam memiliki tahapan dari Dan 1 hingga Dan 9. Juga melambangkan alam semesta.

Teknik Bola Voli
Service
Servis pada jaman sekarang bukan lagi sebagai awal dari suatu permainan atau sekedar menyajikan bola, tetapi sebagai suatu serangan pertama bagi regu yang melakukan servis. Servis terdiri dari servis tangan bawah dan servis tangan atas. Servis tangan atas dibedakan lagi atas tennis servis, floating dan cekis.
Service ada beberapa macam:
Service atas adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas.
Service bawah adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul bola. Tangan yang memukul bola bersiap dari belakang badan untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari bawah.
Service mengapung adalah service atas dengan awalan dan cara memukul yang hampir sama. Awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak terlalu tinggi (tidak terlalu tinggi dari kepala). Tangan yang akan memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.
Yang perlu diperhatikan dalam service
Sikap badan dan pandangan
Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan.
Saat kapan harus memukul Bola.

Service dilakukan untuk mengawali suatu pertandingan voli
Passing
Passing Bawah (Pukulan/pengambilan tangan kebawah)
Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.
Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.
Passing Keatas (Pukulan/pengambilan tangan keatas)
Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk lengkungan setengah bola.
Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.
Penyentuhan pada semua jari-jari dan gerakannya meluruskan kedua tangan
Smash (spike)
Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada diatas jaring, untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu memperhatikan faktor-faktor berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan. Teknik smash Menurut Muhajir Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal (2006,23). Menurut pendapat M. Mariyanto mengemukakan bahwa : “ Smash adalah suatu pukulan yang kuat dimana tangan kontak dengan bola secara penuh pada bagian atas , sehingga jalannya bola terjal dengan kecepatan yang tinggi, apabila pukulan bola lebih tinggi berada diatas net , maka bola dapat dipukul tajam ke bawah .” (2006 : 128 ) Menurut Iwan Kristianto mengemukakan bahwa , Smash adalah pukulan keras yang biasanya mematikan karena bola sulit diterima atau dikembalikan . “ (2003 : 143 ) . Spike adalah merupakan bentuk serangan yang paling banyak digunakan untuk menyerang dalam upaya memperoleh nilai suatu tim dalam permainan voli . Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa Teknik Smash atau spike adalah cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan untuk mencapai pukulan keras yang biasanya mematikan ke daerah lawan. Tes smash Menurut Sandika mengemukakan bahwa tes smash adalah tolok ukur untuk mengukur kemampuan smash.
Membendung (blocking)
Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah:
Jongkok, bersiap untuk melompat.
Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.
Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan satu regu untuk bergantian memblok.
Kedudukan pemain (posisi pemain)
Pada waktu service kedua regu harus berada dalam lapangan / didaerahnya masing-masing dalam 2 deret kesamping. Tiga deret ada di depan dan tiga deret ada di belakang. Pemain nomor satu dinamakan server, pemain kedua dinamakan spiker, pemain ketiga dinamakan set upper atau tosser,pemain nomor empat dinamakan blocker, pemain nomor lima dan enam dinamakan libero

ANNGUN KARTIKA SARI
108711410220

Jenis Penelitian:        Deskriptif Kuantitatif
Tujuan penelitian:     untuk mengembangkan model latihan strategi penyerangan dan pertahananpola permainan 2-1-1 permainan futsal yang dapat dijadikan sebagai referensi dalam menerapkan pola permainan yang baik dan dapat dijadikan solusi dalam bagaimana memenangkan suatu pertandingan dengan cara yang sportif
Instrumen pengumpulan data:
teknik analisis kualitatif (kuisioner) ini digunakan untuk mengumpulkan data antara lain: penelitian awal(analisis kebutuhan), evaluasi dari ahli yang berupa saran dan masukan tentang rancangan produk yang akan diuji.
Inventori digunakan untuk mengumpulkan data uji coba (kelompok kecil) dan uji lapangan (kelompok besar). Inventori berisi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada subjek uji coba (kelompok kecil) dan uji lapangan (kelompok besar)
Jenis Data:    data kualitatif dan data kuantitatif
Teknik analisis data:    teknik analisis kualitatif dan kuantitatif
Populasi:    SMA NEGERI 2 LUMAJANG
Sampel:        Siswa yang mengikuti ekstra kurikuler futsal SMA Negeri 2 Lumajang

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.